Metode Acuan : SNI 01-2891-1992 Cara Uji Makanan dan Minuman
Butir 8.2 Metoda Hidrolisis (Weibull)
1. Prinsip
Ekstraksi lemak dengan pelarut non polar
setelah contoh dihidrolisis dalam suasana asam untuk membebaskan lemak yang
terikat.
2. Peralatan
Sesuai SNI 01-2891-1992:
·
Kertas
saring
·
Kertas
saring pembungkus (thimble)
·
Labu
lemak
·
Soxhlet
·
Neraca
analitik
3. Pereaksi
·
Larutan
asam klorida (HCl) 25%
·
Kertas
lakmus
·
n-Heksana
atau pelarut lemak lainnya
4. Cara Kerja
1.
Timbang
dengan seksama 1–2 gram
cuplikan ke dalam gelas piala.
2.
Tambahkan
30 mL HCl 25%
dan 20 mL air,
serta beberapa butir batu didih.
3.
Tutup
gelas piala dengan kaca arloji dan didihkan selama 15 menit.
4.
Saring
dalam keadaan panas dan cuci dengan air panas hingga tidak bereaksi asam lagi (diperiksa
dengan kertas lakmus).
5.
Keringkan
kertas saring beserta isinya pada suhu 100–105°C.
6.
Masukkan
ke dalam kertas saring pembungkus (paper
thimble), kemudian ekstraksi menggunakan n-heksana atau pelarut lemak lainnya
selama 2–3 jam
pada suhu lebih kurang 80°C.
7.
Sulingkan
pelarut n-heksana atau pelarut lemak lainnya, kemudian keringkan ekstrak lemak
pada suhu 100–105°C.
8.
Dinginkan
dalam eksikator, kemudian timbang.
9.
Ulangi
proses pengeringan hingga diperoleh bobot
tetap.
5. Perhitungan
Keterangan:
·
w = bobot cuplikan (gram)
·
w₁ = bobot labu lemak sesudah ekstraksi
(gram)
·
w₂ = bobot labu lemak sebelum ekstraksi
(gram)
6.
Persiapan Verifikasi Metode
A. Persiapan Alat
·
Pastikan
neraca analitik telah dikalibrasi dan diverifikasi.
·
Pastikan
alat Soxhlet dalam kondisi bersih dan berfungsi dengan baik.
·
Labu
lemak dibersihkan, dikeringkan, didinginkan dalam eksikator, kemudian ditimbang
hingga bobot konstan.
·
Oven
telah mencapai suhu 100–105°C.
·
Eksikator
berisi desikan (silika gel) yang masih aktif.
B. Persiapan Bahan
·
Sampel
makanan yang telah dihomogenkan.
·
Larutan
HCl 25%.
·
n-Heksana
atau pelarut lemak lainnya.
·
Kertas
saring.
·
Kertas
saring pembungkus (paper thimble).
·
Batu
didih.
·
Kertas
lakmus.
7. Pelaksanaan
Verifikasi Metode
Verifikasi dilakukan menggunakan satu jenis matriks sampel
yang rutin diuji di laboratorium.
Disarankan:
·
Melakukan
minimal 7 kali ulangan
(repeatability) terhadap sampel homogen oleh analis yang sama.
·
Seluruh
pengujian dilakukan sesuai prosedur SNI
01-2891-1992 Metoda Hidrolisis (Weibull).
Data
yang dicatat meliputi:
·
Berat
labu lemak kosong.
·
Berat
sampel.
·
Berat
labu lemak setelah ekstraksi.
·
Berat
konstan.
·
Persentase
kadar lemak.
8. Parameter yang
Dievaluasi
Karena metode ini merupakan metode gravimetri standar,
parameter verifikasi yang dievaluasi meliputi:
|
Parameter
|
Cara
Evaluasi
|
|
Presisi (Repeatability)
|
Melakukan minimal 7 kali
ulangan pada sampel homogen, kemudian menghitung rata-rata, SD, dan %RSD.
|
|
Akurasi/Trueness
|
Menggunakan Bahan Acuan Bersertifikat
(CRM) apabila tersedia atau membandingkan hasil dengan nilai
acuan/laboratorium rujukan.
|
|
Bias
|
Menghitung selisih hasil
terhadap nilai acuan.
|
|
Ketidakpastian Pengukuran
|
Mengestimasi ketidakpastian
dari penimbangan, proses hidrolisis, ekstraksi, pengeringan, dan pengulangan
pengukuran.
|
Parameter yang tidak perlu diverifikasi untuk metode gravimetri ini adalah:
·
Linearitas
·
Limit
Deteksi (LOD)
·
Limit
Kuantitasi (LOQ)
karena
hasil diperoleh dari pengukuran
massa hasil ekstraksi, bukan dari respons instrumen terhadap
konsentrasi analit.
9. Kriteria
Keberterimaan
Sesuai ISO/IEC 17025:
|
Parameter
|
Kriteria
|
|
Presisi
|
%RSD memenuhi kriteria
laboratorium atau mengacu pada persamaan Horwitz bila relevan.
|
|
Akurasi
|
Recovery atau bias memenuhi
batas keberterimaan yang ditetapkan laboratorium.
|
|
Bobot tetap
|
Selisih dua penimbangan
berturut-turut memenuhi kriteria laboratorium (misalnya ≤0,5 mg).
|
|
Ketidakpastian
|
Ketidakpastian pengukuran
telah dihitung dan sesuai dengan tujuan penggunaan metode.
|