CARA UJI KEKERUHAN
Metode Acuan : SNI 06-6989.25-2005 Cara Uji Kekeruhan dengan Nefelometer
1. Prinsip
Intensitas cahaya contoh uji yang diserap
dan dihamburkan dibandingkan terhadap intensitas cahaya suspensi baku.
2. Bahan
a. Air
suling yang mempunyai daya hantar listrik kurang dari 2 µS/cm.
b. Larutan I
Larutkan
1,00 g hidrazin sulfat
((NH₂)₂H₂SO₄) dengan air suling dan encerkan menjadi 100 mL dalam labu ukur.
c. Larutan II
Larutkan
10,00 g heksametilen tetramin
((CH₂)₆N₄) dengan air suling dan encerkan menjadi 100 mL dalam labu ukur.
d. Suspensi induk kekeruhan 4000 NTU
Campurkan
5,0 mL larutan I
dan 5,0 mL larutan II
ke dalam labu ukur 100 mL,
kemudian selama 24 jam
pada suhu 25°C ± 3°C.
Catatan: Suspensi tersebut tahan sampai satu tahun
bila disimpan secara baik.
e. Suspensi baku kekeruhan 40 NTU
Encerkan
10 mL suspensi induk
kekeruhan 4000 NTU menjadi 1000 mL dengan air suling.
Catatan: Siapkan suspensi baku ini setiap kali
pengujian.
3. Peralatan
·
Nefelometer
·
Gelas
piala
·
Botol
semprot
·
Pipet
volume 5 mL dan 10 mL
·
Neraca
analitik
·
Labu ukur
100 mL dan 1000 mL
4. Prosedur Pengujian
A. Kalibrasi Nefelometer
a.
Optimalkan
nefelometer untuk pengujian kekeruhan sesuai petunjuk penggunaan alat.
b.
Masukkan
suspensi baku kekeruhan (misalnya
40 NTU) ke dalam tabung pada nefelometer. Pasang tutupnya.
c.
Biarkan
alat menunjukkan nilai pembacaan yang stabil.
d.
Atur
alat sehingga menunjukkan angka kekeruhan larutan baku (misalnya 40 NTU).
B. Penetapan Contoh Uji
a.
Cuci
tabung nefelometer dengan air suling.
b.
Kocok
contoh dan masukkan contoh ke dalam tabung pada nefelometer, kemudian pasang
tutupnya.
c.
Biarkan
alat menunjukkan nilai pembacaan yang stabil.
d.
Catat
hasil kekeruhan contoh yang teramati.
5. Perhitungan
Keterangan:
·
A = kadar kekeruhan dalam NTU contoh yang
diencerkan.
·
fp = faktor pengenceran.
6. Persiapan Verifikasi Metode
A. Persiapan Alat
·
Pastikan
nefelometer telah dikalibrasi sesuai petunjuk pabrikan.
·
Verifikasi
kinerja alat menggunakan suspensi baku kekeruhan.
·
Pastikan
pipet volumetrik, labu ukur, dan neraca analitik telah dikalibrasi.
·
Gunakan
tabung sampel yang bersih, bebas goresan, dan bebas gelembung udara.
B. Persiapan Bahan
·
Air
suling dengan daya hantar listrik <2 µS/cm.
·
Larutan
hidrazin sulfat.
·
Larutan
heksametilen tetramin.
·
Suspensi
induk 4000 NTU.
·
Suspensi
baku 40 NTU yang dibuat pada hari pengujian.
7. Pelaksanaan Verifikasi Metode
Verifikasi dilakukan menggunakan contoh uji
atau matriks air yang rutin dianalisis di laboratorium.
Disarankan:
·
Melakukan
minimal 7 kali ulangan
(repeatability) terhadap contoh homogen.
·
Melakukan
kalibrasi alat menggunakan suspensi baku sebelum pengujian.
·
Menggunakan
bahan acuan atau standar kekeruhan apabila tersedia.
Data
yang dicatat meliputi:
·
Nomor
sampel.
·
Nilai
pembacaan nefelometer.
·
Faktor
pengenceran (bila ada).
·
Nilai
kekeruhan (NTU).
·
Hasil
pengulangan.
8. Parameter yang Dievaluasi
|
Parameter |
Cara Evaluasi |
|
Presisi (Repeatability) |
Melakukan minimal 7 kali pengukuran terhadap sampel
homogen, kemudian menghitung rata-rata, SD, dan %RSD. |
|
Akurasi/Trueness |
Menggunakan suspensi baku atau CRM apabila tersedia,
kemudian membandingkan hasil dengan nilai acuan. |
|
Bias |
Menghitung selisih hasil terhadap nilai acuan. |
|
Linearitas |
Memverifikasi respon alat menggunakan beberapa tingkat
standar kekeruhan sesuai rentang kerja laboratorium. |
|
Rentang Kerja |
Disesuaikan dengan rentang pengukuran nefelometer yang
digunakan. |
|
Robustness (Opsional) |
Mengevaluasi pengaruh variasi kecil, misalnya waktu
pembacaan atau suhu lingkungan. |
|
Limit Deteksi (LOD) |
Ditentukan sesuai kemampuan alat atau data pabrikan bila
diperlukan. |
|
Limit Kuantitasi (LOQ) |
Ditentukan sesuai kemampuan alat atau prosedur
laboratorium bila diperlukan. |
|
Ketidakpastian Pengukuran |
Diestimasi berdasarkan sumber ketidakpastian pengukuran. |
9. Data yang Dikumpulkan Saat Verifikasi
Dilakukan minimal 7 kali ulangan.
Data
yang dicatat:
·
Nilai
pembacaan nefelometer.
·
Faktor
pengenceran.
·
Nilai
kekeruhan (NTU).
Selanjutnya
dihitung:
·
Rata-rata
(Mean)
·
Standar
Deviasi (SD)
·
Relative
Standard Deviation (RSD)
10. Kriteria Keberterimaan
A. Presisi
·
Nilai %RSD memenuhi kriteria
laboratorium atau mengacu pada metode yang berlaku.
B. Akurasi
·
Recovery
atau hasil pengukuran standar berada dalam batas keberterimaan laboratorium.
C. Bias
·
Tidak
menunjukkan perbedaan yang signifikan terhadap nilai standar atau bahan acuan.
D. Repeatability
·
Memenuhi
batas keberterimaan yang ditetapkan laboratorium.
E. Ketidakpastian Pengukuran
·
Nilai
ketidakpastian telah dihitung dan dapat diterima sesuai tujuan penggunaan
metode.
11. Dokumen yang Harus Disiapkan
·
SOP
Cara Uji Kekeruhan dengan Nefelometer.
·
Formulir
pencatatan hasil pengujian.
·
Formulir
perhitungan hasil.
·
Data
mentah hasil pengujian.
·
Sertifikat
kalibrasi nefelometer.
·
Sertifikat
kalibrasi pipet dan labu ukur.
·
Sertifikat
bahan acuan/standar (apabila digunakan).
·
Laporan
verifikasi metode.
·
Perhitungan
ketidakpastian pengukuran.
12. Kesimpulan Verifikasi
Metode dinyatakan terverifikasi apabila:
·
Presisi
memenuhi kriteria yang ditetapkan.
·
Akurasi/trueness
memenuhi persyaratan.
·
Tidak terdapat
bias yang signifikan terhadap nilai acuan.
·
Linearitas
memenuhi rentang kerja yang digunakan (apabila dievaluasi).
·
Peralatan
berfungsi sesuai spesifikasi dan telah dikalibrasi.
·
Personel
mampu melaksanakan pengujian sesuai SNI
06-6989.25-2005.
· Ketidakpastian pengukuran telah diestimasi dan dapat diterima sesuai persyaratan SNI ISO/IEC 17025:2017.
download file verifikasi Metode Cara Uji Kekeruhan dengan Nefelometer