Jumat, 07 Agustus 2026

VERIFIKASI METODE

 CARA UJI KEKERUHAN


Metode Acuan : SNI 06-6989.25-2005 Cara Uji Kekeruhan dengan Nefelometer


1. Prinsip

Intensitas cahaya contoh uji yang diserap dan dihamburkan dibandingkan terhadap intensitas cahaya suspensi baku.


2. Bahan

a.   Air suling yang mempunyai daya hantar listrik kurang dari 2 µS/cm.

b.   Larutan I

Larutkan 1,00 g hidrazin sulfat ((NH₂)₂H₂SO₄) dengan air suling dan encerkan menjadi 100 mL dalam labu ukur.

c.   Larutan II

Larutkan 10,00 g heksametilen tetramin ((CH₂)₆N₄) dengan air suling dan encerkan menjadi 100 mL dalam labu ukur.

d.   Suspensi induk kekeruhan 4000 NTU

Campurkan 5,0 mL larutan I dan 5,0 mL larutan II ke dalam labu ukur 100 mL, kemudian selama 24 jam pada suhu 25°C ± 3°C.

Catatan: Suspensi tersebut tahan sampai satu tahun bila disimpan secara baik.

e.   Suspensi baku kekeruhan 40 NTU

Encerkan 10 mL suspensi induk kekeruhan 4000 NTU menjadi 1000 mL dengan air suling.

Catatan: Siapkan suspensi baku ini setiap kali pengujian.


3. Peralatan

·         Nefelometer

·         Gelas piala

·         Botol semprot

·         Pipet volume 5 mL dan 10 mL

·         Neraca analitik

·         Labu ukur 100 mL dan 1000 mL


4. Prosedur Pengujian

A. Kalibrasi Nefelometer

a.       Optimalkan nefelometer untuk pengujian kekeruhan sesuai petunjuk penggunaan alat.

b.      Masukkan suspensi baku kekeruhan (misalnya 40 NTU) ke dalam tabung pada nefelometer. Pasang tutupnya.

c.       Biarkan alat menunjukkan nilai pembacaan yang stabil.

d.      Atur alat sehingga menunjukkan angka kekeruhan larutan baku (misalnya 40 NTU).

B. Penetapan Contoh Uji

a.       Cuci tabung nefelometer dengan air suling.

b.      Kocok contoh dan masukkan contoh ke dalam tabung pada nefelometer, kemudian pasang tutupnya.

c.       Biarkan alat menunjukkan nilai pembacaan yang stabil.

d.      Catat hasil kekeruhan contoh yang teramati.


5. Perhitungan

Keterangan:

·         A = kadar kekeruhan dalam NTU contoh yang diencerkan.

·         fp = faktor pengenceran.


6. Persiapan Verifikasi Metode

A. Persiapan Alat

·         Pastikan nefelometer telah dikalibrasi sesuai petunjuk pabrikan.

·         Verifikasi kinerja alat menggunakan suspensi baku kekeruhan.

·         Pastikan pipet volumetrik, labu ukur, dan neraca analitik telah dikalibrasi.

·         Gunakan tabung sampel yang bersih, bebas goresan, dan bebas gelembung udara.

B. Persiapan Bahan

·         Air suling dengan daya hantar listrik <2 µS/cm.

·         Larutan hidrazin sulfat.

·         Larutan heksametilen tetramin.

·         Suspensi induk 4000 NTU.

·         Suspensi baku 40 NTU yang dibuat pada hari pengujian.


7. Pelaksanaan Verifikasi Metode

Verifikasi dilakukan menggunakan contoh uji atau matriks air yang rutin dianalisis di laboratorium.

Disarankan:

·         Melakukan minimal 7 kali ulangan (repeatability) terhadap contoh homogen.

·         Melakukan kalibrasi alat menggunakan suspensi baku sebelum pengujian.

·         Menggunakan bahan acuan atau standar kekeruhan apabila tersedia.

Data yang dicatat meliputi:

·         Nomor sampel.

·         Nilai pembacaan nefelometer.

·         Faktor pengenceran (bila ada).

·         Nilai kekeruhan (NTU).

·         Hasil pengulangan.


8. Parameter yang Dievaluasi

Parameter

Cara Evaluasi

Presisi (Repeatability)

Melakukan minimal 7 kali pengukuran terhadap sampel homogen, kemudian menghitung rata-rata, SD, dan %RSD.

Akurasi/Trueness

Menggunakan suspensi baku atau CRM apabila tersedia, kemudian membandingkan hasil dengan nilai acuan.

Bias

Menghitung selisih hasil terhadap nilai acuan.

Linearitas

Memverifikasi respon alat menggunakan beberapa tingkat standar kekeruhan sesuai rentang kerja laboratorium.

Rentang Kerja

Disesuaikan dengan rentang pengukuran nefelometer yang digunakan.

Robustness (Opsional)

Mengevaluasi pengaruh variasi kecil, misalnya waktu pembacaan atau suhu lingkungan.

Limit Deteksi (LOD)

Ditentukan sesuai kemampuan alat atau data pabrikan bila diperlukan.

Limit Kuantitasi (LOQ)

Ditentukan sesuai kemampuan alat atau prosedur laboratorium bila diperlukan.

Ketidakpastian Pengukuran

Diestimasi berdasarkan sumber ketidakpastian pengukuran.


9. Data yang Dikumpulkan Saat Verifikasi

Dilakukan minimal 7 kali ulangan.

Data yang dicatat:

·         Nilai pembacaan nefelometer.

·         Faktor pengenceran.

·         Nilai kekeruhan (NTU).

Selanjutnya dihitung:

·         Rata-rata (Mean)

·         Standar Deviasi (SD)

·         Relative Standard Deviation (RSD)

Rumus


10. Kriteria Keberterimaan

A. Presisi

·         Nilai %RSD memenuhi kriteria laboratorium atau mengacu pada metode yang berlaku.

B. Akurasi

·         Recovery atau hasil pengukuran standar berada dalam batas keberterimaan laboratorium.

C. Bias

·         Tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan terhadap nilai standar atau bahan acuan.

D. Repeatability

·         Memenuhi batas keberterimaan yang ditetapkan laboratorium.

E. Ketidakpastian Pengukuran

·         Nilai ketidakpastian telah dihitung dan dapat diterima sesuai tujuan penggunaan metode.


11. Dokumen yang Harus Disiapkan

·         SOP Cara Uji Kekeruhan dengan Nefelometer.

·         Formulir pencatatan hasil pengujian.

·         Formulir perhitungan hasil.

·         Data mentah hasil pengujian.

·         Sertifikat kalibrasi nefelometer.

·         Sertifikat kalibrasi pipet dan labu ukur.

·         Sertifikat bahan acuan/standar (apabila digunakan).

·         Laporan verifikasi metode.

·         Perhitungan ketidakpastian pengukuran.


12. Kesimpulan Verifikasi

Metode dinyatakan terverifikasi apabila:

·         Presisi memenuhi kriteria yang ditetapkan.

·         Akurasi/trueness memenuhi persyaratan.

·         Tidak terdapat bias yang signifikan terhadap nilai acuan.

·         Linearitas memenuhi rentang kerja yang digunakan (apabila dievaluasi).

·         Peralatan berfungsi sesuai spesifikasi dan telah dikalibrasi.

·         Personel mampu melaksanakan pengujian sesuai SNI 06-6989.25-2005.

·         Ketidakpastian pengukuran telah diestimasi dan dapat diterima sesuai persyaratan SNI ISO/IEC 17025:2017.


download file verifikasi Metode Cara Uji Kekeruhan dengan Nefelometer

 

 

LABKESMAS JATIM

PROFIL

UPT LABORATORIUM KESEHATAN MASYARAKAT PROVINSI JAWA TIMUR

1. LATAR BELAKANG

Berdasarkan Undang-Undang Kesehatan No 17 Tahun 2023 pasal 33 ayat 4 disebutkan bahwa “Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah bertanggungjawab menyediakan dan menyelenggarakan Laboratorium Kesehatan”.

Unit Pelaksana Teknis (UPT) Laboratorium Kesehatan Daerah Provinsi Jawa Timur merupakan salah satu bentuk upaya kesehatan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Sebelumnya UPT Laboratorium Kesehatan Daerah Provinsi Jawa Timur bernama UPT Laboratorium Gizi berdasarkan Peraturan Gubernur Provinsi Jawa Timur Nomor 89 Tahun 2019 terkait pembentukan UPT Laboratorium Gizi sebagai alih fungsi UPT Akademi Gizi Surabaya yang dimaksudkan sebagai bentuk transformasi dari fungsi pendidikan menjadi fungsi layanan kepada masyarakat.

Perubahan Nomenklatur UPT Laboratorium Gizi menjadi UPT Kesehatan Daerah Provinsi Jawa Timur Berdasarkan Pergub Jatim Nomor 98 Tahun 2023 Tanggal 27 Desember 2023, tentang Nomenklatur, Susunan Organisasi, Uraian Tugas Dan Fungsi Serta Tata Kerja Unit Pelaksana Teknis Pada Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, maka UPT Laboratorium Kesehatan Daerah mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas teknis Dinas di bidang pelayanan laboratorium klinik, laboratorium kesehatan masyarakat, laboratorium gizi, dan pengembangan dan penjaminan mutu, serta tugas ketatausahaan.

Berdasarkan Surat Edaran dari Kementerian Kesehatan Nomor HK.02.01/MENKES/2019/2023, tanggal 31 Agustus 2023, Tentang Perizinan  Laboratorium Kesehatan Daerah  Provinsi/Kabupaten/Kota, untuk Laboratorium kesehatan daerah provinsi yang belum menerapkan Pola Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum Daerah (PPK-BLUD) dan telah memenuhi standar dan persyaratan jenis pelayanan, sumber daya manusia, sarana prasarana, dan standar peralatan berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/MENKES/1801/2024, tanggal 8 Nopember 2024 tentang Standar Laboratorium Kesehatan Masyarakat, perizinan diberikan oleh pemerintah daerah provinsi melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) provinsi atas rekomendasi dari dinas kesehatan daerah provinsi sebagai laboratorium kesehatan masyarakat.

Dengan ditetapkannya Standar Laboratorium Kesehatan Masyarakat, diharapkan penyelenggara Laboratorium Kesehatan Masyarakat dapat memenuhi sarana, prasarana, peralatan, dan sumber daya manusia sesuai standar serta mengembangkan layanan pemeriksaan dan pengujian sebagai upaya pencegahan dan pengendalian penyakit serta peningkatan kesehatan masyarakat sesuai dengan kebutuhan. Standar Laboratorium Kesehatan Masyarakat digunakan sebagai acuan dalam perencanaan, upaya pengembangan dan peningkatan pelayanan, penjaminan mutu pemeriksaan dan pengujian laboratorium, serta tugas dan fungsi lainnya.


2. TUJUAN

Profil UPT Labkesda ini disusun untuk mengetahui kesiapan  pemenuhan standarisasi sumberdaya  Labkesmas  Tingkat 3 dengan tujuan :

  1. Menyediakan informasi tentang jenis pelayanan pemeriksaan
  2. Menyediakan Informasi tentang kesiapan sumber daya manusia saat ini (struktur organisasi, jenis dan jumlah SDM)
  3. Menyediakan Informasi tentang kondisi sarana dan prasarana laboratorium saat ini (disertai dengan dokumentasi foto bangunan  dan ruangan)
  4. Menyediakan Informasi   tentang   ketersediaan   peralatan laboratorium   saat   ini   (jenis   dan   jumlah  alat, berfungsi/tidak)
  5. Menyediakan Data Roadmap pemenuhan  sumberdaya  yang dibutuhkan (berdasarkan 12 fungsi Labkesmas Level 3)

3. VISI, MISI, KEBIJAKAN DAN SASARAN MUTU

3.1 VISI

Menjadi  Laboratorium Kesehatan Masyarakat Rujukan di Tingkat Provinsi Jawa Timur Yang Berkualitas Dan Terpercaya

3.2 MISI

  1. Meningkatkan mutu Sumber Daya Manusia dan Sumber Daya Laboratorium
  2. Meningkatkan mutu pelayanan laboratorium sesuai standar Akreditasi
  3. Meningkatkan kepuasan pelanggan
  4. Meningkatkan kemitraan dan jejaring Laboratorium

3.3 MOTTO

Motto dalam memberikan pelayanan adalah CeRIA artinya Cepat, Responsif, Inovatif dan Akurat

Cepat                      Memberikan pelayanan segera secara efektif dan efesien

Responsif                Memberikan pelayanan dengan tanggap, peduli dan peka.

Inovatif                   Selalu melakukan perubahan lebih baik dalam pelayanan.

Akurat                    Memberikan pelayanan pemeriksaan yang benar dan tepat.

Terpercaya                Memberikan pelayanan secara professional dan memberikan kepuasan kepada pelanggan

3.4 KEBIJAKAN MUTU

Untuk mencapai Visi dan Misi yang telah ditetapkan, maka seluruh Personel UPT Laboratorium Kesehatan Daerah Provinsi Jawa Timur berkomitmen untuk :

  1. Memberikan pelayanan jasa pengujian dan kalibrasi secara profesional dengan  hasil yang akurat.
  2. Mengutamakan kepuasan pelanggan dalam memberikan pelayanan.
  3. Melaksanakan perbaikan yang berkelanjutan untuk meningkatkan mutu pelayanan laboratorium

3.5 SASARAN MUTU

Dalam rangka peningkatan berkelanjutan terhadap efektifitas penerapan sistem manajemen mutu dan pencapaian kepuasan pelanggan terhadap mutu data hasil pengujian dan kalibrasi, maka UPT Laboratorium Kesehatan Daerah Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur menetapkan sasaran mutu sebagai berikut:

  1. Terwujudnya pelayanan jasa pengujian dan kalibrasi dengan hasil yang akurat dan tepat waktu
  2. Terwujudnya  kepuasan pelanggan dan stakeholder
  3. Terwujudnya peningkatan mutu pelayanan laboratorium sesuai standar
  4. Terwujudnya sumber daya manusia yang kompeten dan profesional dalam melaksanakan pelayanan
  5. Tersedianya sarana, prasarana dan peralatan Laboratorium yang sesuai dengan standar




Kamis, 06 Agustus 2026

Validasi dan Verifikasi Metode ISO 17025

INTERNAL QUALITY CONTROL

LABORATORIUM PENGUJIAN DAN KALIBRASI

Validasi dan verifikasi metode ISO 17025 merupakan langkah penting bagi laboratorium yang ingin mendapatkan akreditasi. Mencapai akreditasi ISO 17025 adalah tonggak penting bagi laboratorium yang bertujuan untuk menunjukkan kompetensi teknis.

Bagian penting dari proses akreditasi ini adalah menguasai validasi dan verifikasi metode ISO 17025 , yang memastikan bahwa metode laboratorium dapat diandalkan, akurat, dan sesuai dengan tujuan. Baik Anda mengoperasikan laboratorium pengujian atau kalibrasi, memahami cara melakukan validasi dan verifikasi metode secara efektif akan membantu Anda mematuhi persyaratan ISO 17025, meningkatkan jaminan mutu, dan mengamankan akreditasi.

Panduan komprehensif ini akan memandu Anda melalui definisi, proses, tantangan, dan praktik terbaik seputar validasi dan verifikasi metode ISO 17025, menggunakan kata kunci penting seperti validasi metode analitik ISO 17025, kriteria verifikasi, dan karakteristik kinerja metode.

A. Apa itu ISO 17025? Gambaran Umum

ISO 17025 adalah standar internasional yang menetapkan persyaratan umum untuk kompetensi laboratorium pengujian dan kalibrasi. Standar ini menetapkan kriteria yang harus dipenuhi laboratorium untuk menunjukkan hasil yang andal dan valid. Standar ini mencakup persyaratan manajemen dan persyaratan teknis — yang terakhir mencakup validasi dan verifikasi metode yang tepat. Kepatuhan terhadap ISO 17025 sangat penting bagi laboratorium yang mencari akreditasi, untuk memastikan metode dan proses mereka memenuhi standar jaminan kualitas yang ketat. Memahami ISO 17025 merupakan dasar untuk menguasai validasi dan verifikasi metode.

B. Perbedaan Utama Antara Validasi dan Verifikasi Metode ISO 17025

Memahami perbedaan antara validasi dan verifikasi metode sangatlah penting:

  1. Validasi Metode adalah proses komprehensif yang dilakukan untuk membuktikan kesesuaian suatu metode dengan tujuannya, termasuk mengevaluasi berbagai parameter kinerja.
  2. Verifikasi Metode adalah proses yang lebih spesifik untuk memastikan bahwa metode yang telah divalidasi berfungsi dengan baik di lingkungan laboratorium setempat.
  3. Validasi biasanya mendahului verifikasi dan lebih membutuhkan banyak sumber daya. Verifikasi memastikan kepatuhan berkelanjutan terhadap persyaratan ISO 17025.
  4. Kedua proses tersebut memerlukan dokumentasi tetapi berbeda dalam cakupan dan kedalamannya.
Mengetahui kapan harus melakukan validasi atau verifikasi membantu laboratorium mengoptimalkan sumber daya sekaligus menjaga kepatuhan akreditasi.

 C. Validasi Metode dalam ISO 17025

Validasi metode dalam ISO 17025 mengacu pada proses pembuktian bahwa suatu metode laboratorium sesuai untuk tujuan yang dimaksud. Proses ini melibatkan evaluasi sistematis terhadap karakteristik kinerja metode seperti akurasi, presisi, spesifisitas, batas deteksi, dan linearitas. Validasi memberikan bukti terdokumentasi bahwa metode tersebut secara konsisten menghasilkan hasil yang andal dan akurat dalam kondisi yang ditentukan. Laboratorium harus melakukan validasi metode, terutama ketika memperkenalkan metode baru atau memodifikasi secara signifikan metode yang sudah ada. Proses ini sangat penting untuk memenuhi persyaratan akreditasi ISO 17025 dan mempertahankan standar analitik berkualitas tinggi.

D. Verifikasi Metode dalam ISO 17025

Verifikasi metode, di sisi lain, adalah konfirmasi bahwa metode yang telah divalidasi berfungsi dengan baik dalam lingkungan laboratorium tertentu. Verifikasi biasanya diperlukan ketika laboratorium mengadopsi metode standar yang dikembangkan oleh organisasi lain atau menggunakan metode yang telah divalidasi pada matriks atau instrumen yang berbeda. Proses ini mengkonfirmasi bahwa metode tersebut memberikan hasil yang konsisten dengan validasi asli, yang disesuaikan dengan kondisi lokal. Proses ini melibatkan pemeriksaan parameter seperti pengulangan dan reproduksibilitas untuk memastikan keandalan metode tanpa melakukan validasi penuh, sehingga menyederhanakan upaya kepatuhan.

E. Mengapa Validasi dan Verifikasi Metode Penting untuk Kepatuhan ISO 17025?

Akreditasi ISO 17025 mensyaratkan bahwa laboratorium membuktikan metode mereka menghasilkan hasil yang valid secara konsisten. Validasi dan verifikasi metode sangat penting karena:

  1. Pastikan keakuratan dan keandalan hasil pengujian dan kalibrasi.
  2. Minimalkan risiko data yang salah memengaruhi pengambilan keputusan.
  3. Menunjukkan kompetensi teknis selama audit akreditasi .
  4. Mendukung penjaminan mutu dan peningkatan berkelanjutan.
  5. Membangun kepercayaan klien terhadap hasil laboratorium.
  6. Dokumentasi yang tepat untuk validasi dan verifikasi metode ISO 17025 membantu memastikan kesiapan audit.

Proses-proses ini membentuk tulang punggung sistem mutu laboratorium dan membantu menjaga kesesuaian dengan standar ISO 17025.

F. Langkah-langkah untuk Melakukan Validasi Metode Sesuai dengan ISO 17025

Pendekatan terstruktur untuk validasi metode meliputi:

  1. Definisikan ruang lingkup dan tujuan metode tersebut.
  2. Pilih parameter validasi yang sesuai berdasarkan jenis metode (misalnya, akurasi, presisi, batas deteksi).
  3.  Kembangkan protokol validasi yang merinci prosedur dan kriteria penerimaan.
  4. Lakukan eksperimen untuk mengumpulkan data tentang kinerja metode.
  5. Analisis hasil secara statistik untuk menilai kepatuhan terhadap kriteria.
  6. Dokumentasikan temuan secara komprehensif dalam laporan validasi.
  7. Tinjau dan setujui validasi sebelum implementasi metode.

Dengan mengikuti langkah-langkah ini, proses validasi Anda akan terjamin dan sesuai dengan persyaratan akreditasi ISO 17025.

G. Cara Melakukan Verifikasi Metode Berdasarkan ISO 17025

Langkah-langkah verifikasi metode meliputi:

  1. Meninjau kembali data validasi asli untuk metode tersebut (bila ada).
  2. Merencanakan eksperimen verifikasi yang berfokus pada parameter seperti presisi, akurasi dan bias.
  3. Melakukan pengujian berulang menggunakan sampel atau instrumen lokal.
  4. Membandingkan hasil dengan kriteria penerimaan berdasarkan validasi awal.
  5. Mendokumentasikan proses verifikasi dan hasilnya secara menyeluruh.

Verifikasi menegaskan bahwa metode tersebut berfungsi sebagaimana mestinya dalam konteks unik laboratorium Anda, menjaga kepatuhan terhadap ISO 17025 tanpa validasi penuh.

H. Bagaimana cara memenuhi persyaratan ISO 17025 untuk verifikasi metode?

Memenuhi persyaratan ISO 17025 untuk verifikasi metode berarti menunjukkan, dengan bukti objektif, bahwa metode yang diadopsi berfungsi dengan baik dalam kondisi aktual laboratorium Anda sebelum digunakan untuk pengujian rutin.

  •  Konfirmasikan bahwa metode tersebut sesuai untuk penggunaan yang dimaksudkan.
Langkah pertama dalam verifikasi metode ISO 17025 adalah memastikan bahwa metode yang dipilih sesuai untuk pengujian, produk, matriks, rentang pengukuran, dan tujuan pelaporan tertentu. Suatu metode mungkin valid secara umum, tetapi tetap tidak sesuai untuk aplikasi aktual laboratorium. Inilah sebabnya mengapa verifikasi metode harus selalu dimulai dengan tinjauan teknis tentang bagaimana metode tersebut akan digunakan dalam praktik. Ketika penggunaan yang dimaksudkan telah didefinisikan dengan jelas, laboratorium dapat membangun studi verifikasi yang relevan, dapat dipertanggungjawabkan, dan sepenuhnya selaras dengan persyaratan ISO 17025.
  • Tinjau sumber metode dan bukti validasi yang tersedia.
Sebelum melakukan pekerjaan verifikasi apa pun, laboratorium harus meninjau sumber asli metode tersebut, baik itu metode standar, metode yang dipublikasikan, metode pabrikan, atau prosedur referensi. Laboratorium juga harus memeriksa data validasi yang tersedia untuk memahami apa yang telah ditetapkan dan apa yang masih perlu dikonfirmasi secara lokal. Hal ini membantu mencegah kebingungan antara validasi metode dan verifikasi metode serta mendukung studi verifikasi yang lebih efisien dan terfokus. Tinjauan teknis yang kuat juga meningkatkan kesiapan audit karena menunjukkan bahwa laboratorium memahami dasar dari metode yang diadopsi.
  • Tetapkan parameter verifikasi dan kriteria penerimaan terlebih dahulu.
Untuk memenuhi persyaratan ISO 17025 untuk verifikasi metode, laboratorium harus memutuskan terlebih dahulu karakteristik kinerja mana yang akan diperiksa dan hasil apa yang akan dianggap dapat diterima. Ini dapat mencakup pengulangan, presisi, bias, perolehan kembali, kesesuaian dengan nilai referensi, atau karakteristik lain yang relevan dengan metode tersebut. Kriteria penerimaan harus didasarkan pada justifikasi teknis, persyaratan metode, kebutuhan pelanggan, harapan peraturan, atau aturan yang ditentukan laboratorium. Menetapkan kriteria ini sebelum pengujian dimulai sangat penting karena memastikan bahwa proses verifikasi tetap objektif dan bahwa keputusan akhir didasarkan pada bukti terdokumentasi daripada penilaian subjektif.
  • Lakukan verifikasi dalam kondisi laboratorium yang sebenarnya.
Verifikasi metode harus dilakukan menggunakan instrumen, analis, reagen, lingkungan, dan kondisi operasional rutin laboratorium itu sendiri. Ini adalah salah satu prinsip terpenting dalam verifikasi metode ISO 17025. Tujuannya bukan untuk membuktikan bahwa metode tersebut berfungsi di tempat lain, tetapi untuk memastikan bahwa metode tersebut berfungsi secara efektif di laboratorium tempat metode tersebut akan benar-benar diterapkan. Ketika verifikasi dilakukan dalam kondisi kerja nyata, laboratorium akan memperoleh kepercayaan yang lebih kuat terhadap keandalan hasil dan dapat lebih baik menunjukkan bahwa metode tersebut sesuai dengan tujuan selama penilaian dan audit.
  • Gunakan data yang cukup untuk menunjukkan kinerja yang konsisten.
ISO 17025 mensyaratkan bukti objektif, yang berarti laboratorium harus menghasilkan data yang cukup untuk menunjukkan bahwa metode tersebut berkinerja secara konsisten dan dapat diterima. Sejumlah kecil pengujian mungkin tidak cukup untuk mendukung kesimpulan yang dapat diandalkan. Studi verifikasi harus mencakup jumlah pengujian, pengulangan, atau perbandingan yang sesuai untuk memberikan bukti teknis yang bermakna. Jumlah data yang tepat bergantung pada metode, tingkat risiko, dan kompleksitas pengukuran, tetapi prinsipnya tetap sama: laboratorium harus dapat menunjukkan, bukan mengasumsikan, bahwa metode yang diadopsi berfungsi dengan baik dalam lingkungannya sendiri.
  • Dokumentasikan seluruh proses verifikasi dalam format yang terkontrol.
Salah satu indikator terkuat kepatuhan terhadap persyaratan ISO 17025 untuk verifikasi metode adalah dokumentasi yang tepat. Laboratorium harus mendokumentasikan rencana verifikasi, tujuan studi, versi metode, peralatan yang digunakan, analis yang terlibat, data yang diperoleh, perhitungan yang dilakukan, kriteria penerimaan, dan kesimpulan akhir. Catatan harus cukup jelas sehingga orang yang kompeten lainnya dapat memahami apa yang telah dilakukan dan mengapa metode tersebut diterima. Dokumentasi yang baik sangat penting untuk ketertelusuran, tinjauan internal, pengawasan manajemen, dan penilaian akreditasi, dan membantu laboratorium menunjukkan kendali atas aktivitas teknisnya.
  • Tinjau dan setujui hasilnya sebelum implementasi rutin.
Suatu metode tidak boleh dirilis untuk penggunaan rutin sampai hasil verifikasi telah ditinjau dan disetujui secara resmi oleh personel yang berwenang. Persetujuan ini menunjukkan bahwa laboratorium telah memeriksa bukti, membandingkan hasilnya dengan kriteria penerimaan, dan menyimpulkan bahwa metode tersebut layak digunakan. Persetujuan formal penting karena kepatuhan ISO 17025 tidak hanya bergantung pada pekerjaan teknis, tetapi juga pada pengambilan keputusan yang terkontrol dan tanggung jawab dalam sistem manajemen laboratorium. Tanpa langkah persetujuan ini, proses verifikasi tetap tidak lengkap dan mungkin tidak mendukung kepatuhan penuh selama penilaian eksternal.
  • Kendalikan perubahan dan ulangi verifikasi bila perlu.
Verifikasi metode tidak selalu merupakan aktivitas sekali saja. Jika ada perubahan signifikan pada peralatan, perangkat lunak, kompetensi analis, reagen, jenis sampel, kondisi lingkungan, atau instruksi metode, laboratorium harus mengevaluasi apakah verifikasi ulang diperlukan. Kepercayaan berkelanjutan terhadap kinerja metode merupakan bagian dari menjaga kepatuhan terhadap ISO 17025. Laboratorium juga harus menggunakan kontrol kualitas internal, analisis tren, pengujian kemampuan bila relevan, dan audit internal untuk memastikan bahwa metode yang telah diverifikasi terus berkinerja sesuai harapan dari waktu ke waktu. Pendekatan berkelanjutan ini memperkuat keandalan teknis dan kesiapan akreditasi jangka panjang.

I. Parameter-Parameter Esensial yang Dievaluasi Selama Validasi dan Verifikasi Metode

Selama proses validasi dan verifikasi, beberapa parameter kunci dinilai:

  1. Akurasi: Seberapa dekat hasil pengujian dengan nilai sebenarnya.
  2. Presisi: Kemampuan untuk mengulang dan mereproduksi hasil dalam kondisi yang ditentukan.
  3. Spesifisitas: Kemampuan untuk menilai analit di hadapan komponen lain.
  4. Batas Deteksi: Jumlah terendah yang dapat dideteksi secara andal.
  5. Linearitas: Proporsionalitas respons metode di seluruh rentang.
  6. Ketahanan: Kemampuan metode untuk bertahan terhadap variasi kecil dalam kondisi yang ada.
  7. Rentang: Interval di mana metode tersebut memberikan hasil yang dapat diandalkan.

Evaluasi parameter-parameter ini sangat penting untuk validasi dan verifikasi metode yang komprehensif berdasarkan ISO 17025.

J. Tantangan Umum dalam Validasi dan Verifikasi Metode

Tantangan dalam validasi dan verifikasi metode ISO 17025 dapat menunda akreditasi laboratorium. Laboratorium sering menghadapi kendala seperti:

  1. Keterbatasan sumber daya: Keterbatasan waktu dan anggaran yang memengaruhi ruang lingkup validasi.
  2. Metode kompleks: Kesulitan dalam memvalidasi prosedur analitik yang multifaset atau baru.
  3. Interpretasi data: Analisis statistik bisa menjadi tantangan tanpa keahlian.
  4. Dokumentasi: Memelihara catatan yang jelas dan lengkap untuk memenuhi persyaratan auditor.
  5. Menjaga metode tetap mutakhir: Beradaptasi dengan perubahan yang memerlukan validasi ulang atau verifikasi ulang.

Mengatasi tantangan-tantangan ini dengan perencanaan dan pelatihan yang tepat adalah kunci keberhasilan akreditasi ISO 17025.

K. Mendokumentasikan Hasil Validasi dan Verifikasi Metode

Dokumentasi yang akurat mendukung transparansi dan kesiapan audit. Praktik terbaik meliputi:

  1. Menggunakan templat validasi dan verifikasi yang terstandarisasi .
  2. Mencatat semua data eksperimen, perhitungan, dan pengamatan .
  3. Meringkas hasil berdasarkan kriteria penerimaan .
  4. Termasuk informasi ketertelusuran untuk sampel dan instrumen.
  5. Menyimpan dokumen dalam sistem yang terkontrol dan mudah diakses .

Proses validasi dan verifikasi metode ISO 17025 mencakup analisis statistik data. Catatan validasi dan verifikasi yang terdokumentasi dengan baik menunjukkan kepatuhan dan mendukung peningkatan berkelanjutan.

L. Mempertahankan Validitas Metode dari Waktu ke Waktu: Revalidasi dan Reverifikasi

Untuk memastikan keandalan metode yang berkelanjutan, laboratorium harus:

  1. Jadwalkan validasi ulang secara berkala ketika metode dimodifikasi atau setelah jangka waktu yang signifikan.
  2.  Lakukan verifikasi ulang untuk perubahan kecil atau saat instrumen dikalibrasi ulang.
  3. Memantau kinerja metode melalui kontrol kualitas dan audit rutin.
  4. Perbarui dokumentasi untuk mencerminkan status metode saat ini.

Pendekatan proaktif ini membantu mempertahankan akreditasi berdasarkan ISO 17025 dan menjamin kualitas data yang konsisten.

M. Peran validasi dan verifikasi metode ISO 17025 dalam Akreditasi Laboratorium

Validasi dan verifikasi metode merupakan landasan akreditasi ISO 17025. Keduanya meliputi:

  1. Berikan bukti kompetensi teknis selama penilaian akreditasi.
  2. Membantu laboratorium memenuhi persyaratan teknis standar tersebut .
  3. Tunjukkan komitmen terhadap jaminan kualitas dan peningkatan berkelanjutan .
  4. Membangun kepercayaan dengan klien dan badan pengatur .

Proses validasi dan verifikasi yang berhasil mempermudah akreditasi dan mempertahankan status sertifikasi.

N. Praktik Terbaik untuk Validasi dan Verifikasi Metode ISO 17025 yang Efektif

Untuk unggul dalam validasi dan verifikasi metode ISO 17025:

  1. Susun protokol yang jelas sebelum melakukan eksperimen.
  2. Latih staf secara menyeluruh dalam analisis dan dokumentasi statistik , karena pelatihan staf tentang validasi dan verifikasi metode ISO 17025 meningkatkan kualitas proses laboratorium.
  3. Gunakan instrumen yang telah dikalibrasi dan dirawat dengan baik .
  4. Lakukan studi percontohan untuk menyempurnakan metode.
  5. Terlibat dalam peninjauan sejawat terhadap laporan validasi.
  6. Ikuti terus pedoman industri dan pembaruan standar.

Menerapkan praktik-praktik ini meningkatkan efisiensi dan kepercayaan terhadap kepatuhan.

O. Kesimpulan

Validasi dan verifikasi metode ISO 17025 sangat penting untuk membangun kompetensi teknis laboratorium dan memastikan hasil pengujian yang andal. Dengan mengikuti proses validasi dan verifikasi yang terstruktur secara cermat, mendokumentasikan hasilnya, dan mengatasi tantangan secara proaktif, laboratorium dapat mematuhi persyaratan ISO 17025 dan memperoleh akreditasi. Menerapkan praktik-praktik ini tidak hanya memenuhi tuntutan peraturan tetapi juga memperkuat jaminan kualitas dan kepercayaan pelanggan, sehingga memposisikan laboratorium Anda untuk kesuksesan jangka panjang.