Kamis, 20 Agustus 2026

VERIFIKASI METODE PENGUJIAN KADAR LEMAK

Metode Acuan : SNI 01-2891-1992 Cara Uji Makanan dan Minuman

Butir 8.2 Metoda Hidrolisis (Weibull)

1. Prinsip

Ekstraksi lemak dengan pelarut non polar setelah contoh dihidrolisis dalam suasana asam untuk membebaskan lemak yang terikat.

2. Peralatan

Sesuai SNI 01-2891-1992:

·         Kertas saring

·         Kertas saring pembungkus (thimble)

·         Labu lemak

·         Soxhlet

·         Neraca analitik

3. Pereaksi

·         Larutan asam klorida (HCl) 25%

·         Kertas lakmus

·         n-Heksana atau pelarut lemak lainnya

4. Cara Kerja

1.      Timbang dengan seksama 1–2 gram cuplikan ke dalam gelas piala.

2.      Tambahkan 30 mL HCl 25% dan 20 mL air, serta beberapa butir batu didih.

3.      Tutup gelas piala dengan kaca arloji dan didihkan selama 15 menit.

4.      Saring dalam keadaan panas dan cuci dengan air panas hingga tidak bereaksi asam lagi (diperiksa dengan kertas lakmus).

5.      Keringkan kertas saring beserta isinya pada suhu 100–105°C.

6.      Masukkan ke dalam kertas saring pembungkus (paper thimble), kemudian ekstraksi menggunakan n-heksana atau pelarut lemak lainnya selama 2–3 jam pada suhu lebih kurang 80°C.

7.      Sulingkan pelarut n-heksana atau pelarut lemak lainnya, kemudian keringkan ekstrak lemak pada suhu 100–105°C.

8.      Dinginkan dalam eksikator, kemudian timbang.

9.      Ulangi proses pengeringan hingga diperoleh bobot tetap.

5. Perhitungan


Keterangan:

·         w = bobot cuplikan (gram)

·         w₁ = bobot labu lemak sesudah ekstraksi (gram)

·         w₂ = bobot labu lemak sebelum ekstraksi (gram)

6. Persiapan Verifikasi Metode

A. Persiapan Alat

·         Pastikan neraca analitik telah dikalibrasi dan diverifikasi.

·         Pastikan alat Soxhlet dalam kondisi bersih dan berfungsi dengan baik.

·         Labu lemak dibersihkan, dikeringkan, didinginkan dalam eksikator, kemudian ditimbang hingga bobot konstan.

·         Oven telah mencapai suhu 100–105°C.

·         Eksikator berisi desikan (silika gel) yang masih aktif.

B. Persiapan Bahan

·         Sampel makanan yang telah dihomogenkan.

·         Larutan HCl 25%.

·         n-Heksana atau pelarut lemak lainnya.

·         Kertas saring.

·         Kertas saring pembungkus (paper thimble).

·         Batu didih.

·         Kertas lakmus.

7. Pelaksanaan Verifikasi Metode

Verifikasi dilakukan menggunakan satu jenis matriks sampel yang rutin diuji di laboratorium.

Disarankan:

·         Melakukan minimal 7 kali ulangan (repeatability) terhadap sampel homogen oleh analis yang sama.

·         Seluruh pengujian dilakukan sesuai prosedur SNI 01-2891-1992 Metoda Hidrolisis (Weibull).

Data yang dicatat meliputi:

·         Berat labu lemak kosong.

·         Berat sampel.

·         Berat labu lemak setelah ekstraksi.

·         Berat konstan.

·         Persentase kadar lemak.

8. Parameter yang Dievaluasi

Karena metode ini merupakan metode gravimetri standar, parameter verifikasi yang dievaluasi meliputi:

Parameter
Cara Evaluasi
Presisi (Repeatability)
Melakukan minimal 7 kali ulangan pada sampel homogen, kemudian menghitung rata-rata, SD, dan %RSD.
Akurasi/Trueness
Menggunakan Bahan Acuan Bersertifikat (CRM) apabila tersedia atau membandingkan hasil dengan nilai acuan/laboratorium rujukan.
Bias
Menghitung selisih hasil terhadap nilai acuan.
Ketidakpastian Pengukuran
Mengestimasi ketidakpastian dari penimbangan, proses hidrolisis, ekstraksi, pengeringan, dan pengulangan pengukuran.

Parameter yang tidak perlu diverifikasi untuk metode gravimetri ini adalah:

·         Linearitas

·         Limit Deteksi (LOD)

·         Limit Kuantitasi (LOQ)

karena hasil diperoleh dari pengukuran massa hasil ekstraksi, bukan dari respons instrumen terhadap konsentrasi analit.

9. Kriteria Keberterimaan

Sesuai ISO/IEC 17025:

Parameter
Kriteria
Presisi
%RSD memenuhi kriteria laboratorium atau mengacu pada persamaan Horwitz bila relevan.
Akurasi
Recovery atau bias memenuhi batas keberterimaan yang ditetapkan laboratorium.
Bobot tetap
Selisih dua penimbangan berturut-turut memenuhi kriteria laboratorium (misalnya ≤0,5 mg).
Ketidakpastian
Ketidakpastian pengukuran telah dihitung dan sesuai dengan tujuan penggunaan metode.

 

 Download file

Tidak ada komentar:

Posting Komentar